Tanggal 1 Februari 2008 Jakarta diguyur hujan lebat sehingga jalan ke Bandara Soekarno-Hatta kebanjiran. Bunda yang waktu itu masih ngantor di Bandara, alhasil pulang kerja jam 10 malam baru sampai rumah.
Karena jalan Bandara masih banjir Ayah mutusin kita berangkat ke Bandara pagi-pagi (jam 9) walau pesawat kita jam 2 sore. Kita naik taksi ke Bandara lewat Tangerang dan masuk melalui pintu belakang. Jalanan macet banget, setelah berjuang selama 3 jam akhirnya kita sampai juga di Bandara jam 12 siang.
Ternyata di Bandara sudah terjadi penumpukan penumpang karena pesawat banyak yang ditunda keberangkatannya. Dan pesawat kita pun ditunda keberangkatannya sampai waktu yang tidak jelas. Untungnya Bunda sudah mempersiapkan segala sesuatu termasuk makan siang kita semua. O, iya yang ikut pulang kampung selain Ayah Bunda dan Rania ada juga Nenek dan Uci (Neneknya Bunda). Akhirnya jam 8 malam kita baru naik pesawat dan nyampe di kampung Ayah, Pandai Sikek, jam 12 malam.
Di Ngarai Sianok, tapi Rania lagi tidur di gendongan BundaTanggal 6 Februari 2008 Bunda ngajak kita semua ke kampung halaman Bunda di Pandan, Maninjau, padahal Ayah yang nyetir kurang sehat tuh. Bagus deh pemandangannya, dibelakang rumah bunda Danau Maninjau, lho.... Lihat fotonya bagus, kan .........


Pulangnya kita mengelilingi Danau Maninjau. Kata Uci, baru kali ini Uci mengelilingi Danau Maninjau, Ayah juga katanya.

Tanggal 7 Februari 2008 kita jalan-jalan ke Padang. Da Ari yang baru belajar nyetir mobil di suruh Ayah nyetir mobil sampai ke Lembah Anai. Semua yang ada di mobil kecuali Ayah dan Rania (karena belum ngerti apa-apa ... he...he...) pada ketakutan. Lembah Anai kan jalan belok-belok, di kanan tebing di kiri jurang plus sungai.
Kita pulang ke Jakarta lagi tanggal 10 Februari 2008.



0 komentar:
Posting Komentar